Agen Bola – SEHARUSNYA final Liga Champions menyajikan ketetatan. Hal itu karena dua klub terkuat Eropa saling bertemu dan musim 1995-1996, 2002-2003 dan 2007-2008, menunjukkan laga sengit di partai final antarklub Eropa paling prestisius itu. Saat itu klub yang keluar sebagai juara baru bisa ditentukan setelah memenangi adu tendangan penalti.

Akan tetapi, tidak semua pertandingan final berlangsung sengit. Setidaknya ada empat pertandingan final yang menghasilkan skor besar. Sejauh ini, skor terbesar ialah memiliki marjin empat gol. Agen Sbobet

Momen itu terjadi di partai puncak 1959-1960, 1973-1974, 1988-1989 dan 1993-1994. Di edisi 1959-1960, Real Madrid menjadi kampiun setelah menundukkan Eintrach Frankfurt 7-3. Sementara pada 1973-1974, giliran Bayern Munich yang menggilas Atletico Madrid 4-0.

Bagaimana di dua edisi final lainnya? Hebatnya, tim yang meraih kemenangan merupakan tim yang sama. Tim tersebut ialah AC Milan. Rossoneri –julukan Milan– menundukkan Steaua Bucuresti 4-0 di partai puncak 1988-1989. Agen Judi

Saat itu gol Milan dibagi rata oleh Rudd Gullit dan Marco van Basten. Sementara itu di edisi 1993-1994, giliran Barcelona yang dibuat tak berdaya.

Bermain di Stadion Olympic Athens, Milan menang 4-0. Saat itu Daniele Massaro mencetak brace (dua gol), sementara dua gol lain masing-masing dikemas Dejan Savicevic dan Marcell Desailly. Melihat catatan di atas terungkap sudah, Milan sebagai klub yang paling sering menang dengan marjin besar, yakni empat gol. Agen Casino

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here