Berita Bola – Gelandang Chelsea Cesc Fabregas mengaku dirinya belum pernah menyatakan pensiun dari timnas Spanyol. Dia mengaku siap jika dipanggil kembali membela La Roja.

Pesepakbola berusia 31 tahun ini belum pernah mengenakan jersey Spanyol sejak kekalahan dua gol tanpa balas kontra Italia di babak 16 besar Euro 2016 di Prancis.

Ia tidak dilirik oleh pelatih Julen Lopetegui, yang menggantikan Vicente del Bosque pasca kegagalan di Euro 2016.

Kini Cesc Fabregas, yang menjadi juara pada dua turnamen besar berurutan,yaitu Euro 2008 dan Piala Dunia 2010, mengirim pesan pada calon pelatih baru Spanyol yang akan menggantikan pelatih sementara Fernando Hierro bahwa dirinya siap membela kembali Spanyol.

“Piala Dunia kali ini memang bukan untuk Spanyol dan ada banyak yang harus diputuskan oleh pelatih anyar dan ke mana arah yang diinginkan para pemain,” tulis Fabregas di The Telegraph.

“Andres Iniesta telah pensiun dan Gerard Pique pun juga mengatakan mungkin akan mengakhiri karirnya membela timnas. Saya belum pensiun [di timnas] dan pastinya siap dipanggil jika pelatih baru ingin mengandalkan saya, tapi saya akan bekerja keras agar hal tersebut terwujud.”

Baca Juga : Ramalan Rusia vs Kroasia 0-1

“Saya tidak pernah mengatakan berhenti membela Spanyol lagi dan pastinya saya akan senang jika bisa bermain di Piala Dunia kali ini. Saya masih masih kuat, bagus secara fisik dan termotivasi. Saya sangat senang bermain dan beberapa momen terbaik pada karir saya berasal dari tim nasional Spanyol.”

Menanggapi kegagalan dalam dua edisi Piala Dunia setelah sebelumnya menjadi juara pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Cesc Fabregas menunjuk pada perlunya menumbuhkan generasi baru pemain muda.

“Tidak banyak pemain tersisa dari kesuksesan 2008, 2010 dan 2012. Jadi ini generasi baru dan pastinya diisi talenta yang bermain di klub-klub besar dan telah memenangi banyak hal. Sekarang mereka harus berkembang dengan menjadikan diri mereka anggota tim dan meraih kesuksesan,” tegas Fabregas.

“Dengan atau tanpa saya, kami harus memastikan bahwa kami belajar, berkembang dan mendapatkan pelatih baru dan mendukungnya, siapapun itu. Lantas lihat apakah kami bisa kembali ke posisi teratas. Itu tidak akan mudah tapi bisa dilakukan.”