Agen Bola – PSG kalah 1-2 menjamu Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2017/18, Rabu (07/3). PSG tersingkir dengan agregat 2-5.

Bintang PSG Julian Draxler mengecam taktik pelatih Unai Emery.

Cristiano Ronaldo membuka keunggulan Madrid di menit 51. Pada menit 66, PSG kehilangan Marco Verratti yang mendapatkan kartu kuning kedua. PSG sempat menyamakan skor lewat Edinson Cavani di menit 71, tapi Madrid mencetak satu gol penutup melalui Casemiro di menit 80. Agen Togel

Draxler baru dimasukkan pada menit 76. Di sisa waktu yang ada, dengan PSG sudah kehilangan satu pemain, sulit bagi Draxler untuk bisa memberi kontribusi berarti.

“Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya terkejut dan merasa geram,” kata Draxler kepada ZDF, seperti dikutip Goal International.

“Gol untuk menyamakan skor jadi 1-1 memang tercipta, tapi itu tak mengubah apapun bagi kami. Saya rasa kami harusnya terus menekan dan bermain ofensif.”

“Kami sudah kehilangan satu orang. Meski menyamakan kedudukan, semua orang di stadion tahu kalau jalannya laga takkan berbalik, karena tak ada intensitas dari kami di atas lapangan.”

“Real Madrid bermain dengan percaya diri dan tak gugup sama sekali.”

Draxler menilai kalau strategi yang diterapkan Emery tidak tepat. Setelah kalah 1-3 di leg pertama, PSG harusnya menekan dari menit awal.

“Kami mengoper ke belakang dan ke depan, tapi Anda tak bisa mencetak gol dengan cara itu.” Agen Poker

“Anda harus menekan Real Madrid saat berada dalam defisit 1-3, bukan cuma mengoper ke belakang dan ke depan sambil berharap ada celah.”

“Anda harus menekan lawan dari menit awal. Kami tak melakukannya, jadi kami pantas tersingkir,” tegas Draxler. Agen Casino

 

 

Togel SydneyTogel SgpTogel Hongkong